Senin, 12 Maret 2012

Boost Exchange Want

Tepat tanggal 11 Maret 2012 kemarin, aku dan ketiga teman-teman seperkuliahanku pergi ke Semarang bawah, alias ke DP Mall. Disana sedang berlangsung sebuah event, Exhibiton Day. Yang ini tidak ada hubungannya dengan pameran arsitek, hehehe.  Acara ini merupakan kelanjutan acara dari project sebuah organisasi non-profit.
 Wow, sangat megagumkan, dimana ada sebuah acara di tempat public,dimana masyarakat dapat turut berbaur dalam acara ini, dengan para mahasiswa sebagai panitianya. Selain kompetisi bakat, ada juga penampilan dari para pemuda yang unjuk kebolehan, beat box, kalau tak salah disebut begitu.
“Hanya itu saja? very ordinary!”
Tunggu dulu, disana kami berkunjung ke berbagai negara, India, China, Polandia, Libya, dan sempet singgah sebentar di Columbia.
“hah?”
Disana para Exchange Participants, EP, mendirikan stand negara asal mereka, siap bersedia menceritakan kepada siapa siapa saja tentang negara mereka, pengalaman mereka di Indonesia. Kami juga mendapatkan stiker dan souvenir negara asal mereka setelah berkunjung ke stand mereka.
Akhirnya, tertumpahkan semua kemampuan berbahasa asing kami. Kekakuan lidah dalam berbahasa inggris agak berkurang rasanya, hehehe.
“Ana Nia” Nia unjuk bakat dalam berbahasa Arab kepada EP dari Libya. Dan mereka memulai percakapan dalam bahasa arab. Lucu juga melihat kita bisa berkomunikasi dengan orang asing selain mengunakan bahasa Inggris.
“Ni ciao shenme mingze?” tanyaku terhadap EP dari China dengan lupa-lupa ingat pengunaan bahasa mandarin, segera saja dia menjawabnya, tapi kata-katanya begitu meluncur cepat tanpa terolah.
Percakapan yang lumayan lama kami nobatkan di stand Polandia. Ternyata oh ternyata, pada saat winter disana sangat dingin dan dia merekomendasikan untuk datang ke Polandia di saat spring. Dan juga, orang Polandia itu welcome dan bertoleransi tinggi terhadap perbedaan. Dan yang berkesan, saat kami menanyakan pendapatnya mengenai makanan Indonesia. Senang rasanya ada orang asing yangmenyukai dan mengakui kelezatan makanan khas Indonesia.
“the rice with banana leaves” jawab sang bule
“Oh, lontong!!” serentak kami menebak
“No!” dan ternyata yang dimaksud adalah arem-arem. Yah, beda  daerah, beda pengucapan.
That’s all our experience that i want to share. Yah, semoga dengan ini bisa menumbuhkan semangat untuk exchange. Yeay, GO EXCHANGE!! ;*     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar