Rabu, 14 Desember 2011

140111 di 141211

140111

Akhirnya, pada tanggal 14 Januari 2011, meski bukan tanggal 11 Januari 2011 mereka memutuskan untuk melangkah bersama ke suatu tingkat dalam hubungan. Selamat ya, kawan! Kini, kau punya dua stiker bertuliskan “taken” di bahumu. Walaupun keduanya sangat kontras, yang satu masih segar tertempel yang satu sudah usang, nyaris lepas, dan kalau diperhatikan ada cap merah bertuliskan dulu.
Aku tak terkejut kawan. Karena ku yakin suatu saat akan begini jadinya.
Aku harap mereka bisa saling menjaga, memelihara, menginggatkan, dan menyayangi sesuai kadar yang sesuai dengan usia kalian.
amin 

Sepotong Memori

11-01-2011
Tidak terasa hampir tiga tahun di Sekoloh Menengah Atas (SMA) yang akan berlalu begitu saja. Kejadian-kejadian yang terasa baru aku alami telah menjadi memori-memori di kepalaku. Dan kini kepalaku mengingat kembali suatu memori yang sudah terbingkis yang aku tak tahu kapan  tepat kejadiannya terjadi.

Ingat? Ketika  tiba-tiba seorang gadis, ya dia temanku dan teman dari teman-temanku, datang terkejut lalu dia berteriak, “Mana hijabnya?”. Dan yang lain tertawa diatas pertanyaan yang ditanyakan si gadis dengan muka yang masam bercampur kecewa. Seolah-olah hijab adalah hal yang tidak perlu dipermasalahkan pada saat itu.

Lalu,teman baiknya menyusulnya karena kejadian di atas telah membuatnya tercabik tak tertahankan, meninggalkan tempat tersebut. Jika tak salah aku segera menyusulnya juga, lalu aku lupa kejadian tepatnya dan yang kuingat kembali dia berteriak akan kekecewaan dan kesedihannya mengarah padaku yang membuatku berpikir, “Dia tidak mau melihatku, baiklah aku pergi.”

Itulah sepotong memori yang hadir di masa SMA.


Hmmm.. bagaimana denganmu?
 Apa sepotong memori SMAmu yang terbesit sekarang?

Rabu, 30 November 2011

D O A

Apakah Anda sering memohon kepada Tuhan? tapi merasa sering tak ada perwujudan dari doa Anda?merasa doa Anda tak digubris? iya, iya,iya? eitsss, tunggu dulu! bisa saja itu karena kita tidak menyadari sesuatu yang ada di balik 'berdoa', jangan sampai kita hanyalah menjadi orang yang suka memohon, menuntut kemudahan lalu mengeluh dengan apa yang tidak kita dapati, padahal Tuhan telah menjawab, hanya saja kita saja yang tak cermat. coba renungkan dengan kisah di bawah ini. semoga dapat memetik ;D

Kisah Sang Pendoa
Ketika ku mohon kepada Allah kekuatan, Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat
Ketika ku mohon kepada Allah kebijaksanaan, Allah memberiku masalah untuk ku pecahkan
Ketika ku mohon kepada Allah keberanian, Allah memberiku kondisi bahaya untuk ku atasi
Ketika ku mohon kepada Alloh sebuah cinta, Alloh memberiku orang-orang bermasalah untuk ku tolong
Ketika ku mohon kepada Allah bantuan, Allah memberiku kesempatan
Aku tak pernah menerima apa yang ku pinta, tapi aku menerima segala apa yang ku butuhka


(enggak tau siapa penulisnya, mugkin bisa dishare kalau tau)

Monolog Tentangmu,Kawan

Hai, kawan.
Begitu banyak kisah yang kita lalui bersama ya. Tak terasa 1, 2, bahkan hampir 3 tahun kita berteman. Kamu dan aku kita berteman.

Kamu adalah orang yang suka terlintas dipikiranku tanpa diundang.
 Kamu adalah orang yang gemar berbagi dalam cerita kepada aku.
Kamu adalah orang yang menuntunku, dikala aku berbelok kamu meluruskan kembali langkahku.
Kamu adalah orang yang terkadang menangis di hadapanku.
Kamu adalah orang yang menghargai aku, selayaknya aku seorang teman kamu.
Kamu adalah orang yang membangkitkan senyumku di kala kamu ingin bermalam di rumahku.
Kamu adalah orang yang selalu ingin aku bagi, terutama kebahagian yang sedang aku punya.
Kamu adalah orang yang terkadang melebarkan senyuman kamu ketika aku dan kamu bertemu.
Kamu adalah orang yang sering duduk bersama dengan aku di tangga.
Kamu adalah orang yang aku mintai telinga kamu untuk mendengar keluh kesah aku.
Kamu adalah orang yang termasuk si pengukuh iman aku.
Kamu adalah orang yang waktu itu pernah bersama menangis di sebuah ruangan.
“Kamu mungkin akan melupakan orang yang tertawa denganmu, tetapi tidak mungkin melupakan orang yang pernah menangis bersamamu. --Khalil Gibran--
Wah, sepertinya aku tak akan melupakan kamu, kawan.



Jumat, 25 November 2011

itulah arti dari berbuat kebaikan

ternyata dunia itu tidak terlalu kejam, karena di dunia ini ada saja orang-orang yang sangat baik, iya kan?
.
aku jadi teringat, teman perempuanku sewaktu duduk di bangku SMA. predikat baik kuberikan padanya bukan sekedar baik biasanya. benar-benar baik deh. dulu, mungkin kalian berpikiran aku mengenaskan, tidak punya alat tulis, hehehe. bukannya enggak mampu membeli itu semua. awalnya punya lengkap tapi menghilang satu persatu karena keteledoranku. bagiku itu hal biasa, sampai-sampai pinjem sana-sini, neme pensil lansung pake (penyakit nih).

terus apa hubungannya ama temenmu itu, ngi?

dia adalah orang yang bahkan lebih peduli kepada diriku sendiri ketimbang diriku sendiri. dia tiba-tiba ngasih aku pensil, pulpen, dan sejenis alat tulis lainnya deh. "maaf ya, tipe x nya nanti aku kasih," kata dia. WHAT!!!yang aku rasa pada saat itu, pemberiaan itu bukan penghinaan atas kenihilan alat tulisku.
diantara temen-temen sepermainanku aku bisa ngerasaain ajah kalau dia itu yang paling baik.tulus, suka dengerin cerita-cerita konyolku. aku juga suka kalau dia ketawa, ketawa yang lepas, sangat menyegarkan. paling keibuan tapi tetep asik diajak gila sebagai temen.

yang diatas itu baru satu contoh dari banyak kebaikannya dan dia itu satu diantara banyak orang baik  lainnya di kehidupanku dan di dunia tentunya. 

satu hal penting, aku enggak pernah segan memberikan apa yang dia suka, sesuatu yang bisa bikin dia seneng deh di hari ulang tahunnya. mungkin itu merupakan efek dari apa-apa yang dilakukannya. ketika dia melakukan suatu kebaikan kepadaku, rasanya ingin juga berbuat kebaikan ke dia.

itulah arti dari berbuat kebaikan. :)

Sabtu, 10 September 2011

Roar, Not Pink

Pelajaran biologi dimulai, materinya hereditas. Ingetkan tentang perkawinan gitu?
Si Ade tergabung di sebuah kelas yang gila akan nilai tambahan anak-anaknya.
Guru:    yak, siapa yang bisa mengerjakan soal di depan?
Murid-murid: (grasak grusuk, rebutan maju)
Itulah gambaran kelas biologi tuh Ade. 
Soal berikutnya (si Ade siap-siap, nyimak dengan baik tuh pertanyaan)  sapi merah + sapi putih = ...
“Ok, Ade bisa yang ini,” kata Ade penuh yakin dalam hati. Majulah si Ade. “ini soal mah pasti jawabannya sama kayak kasus si mawar,” pikir Ade sangat SOTOY.
Sapi merah + sapi putih = sapi pink
Tahukah kalian ternyata di dunia itu ada yang namanya sapi roar. “Bukannya sapi pink, De!” kata si penulis.
Murid-murid:     Huaaahaaahhaaa.. sapi pink sapi pink.
Untung si Ade pinter, jadi dia langsung tahu gitu kalau jawaban dia salah.(hem). Berhubung si ibu Bio baik, beliau ngasih tahu tentang si sapi roar itu.
“nilai tambahan ku terbalas dengan malu” pikir si Ade 
Selamat yah Ade!

"Dek, dek, sepatumu itu loh!"

Seminggu pertama masuk, semuanya harus mengikuti yang namanya MOS. Di salah satu harinya terdapat kisah konyol berawal.
Tapak sepatu si Ade terlihat dan itu warnanya enggak item, tapi coklat ke cream-creaman gitu deh. Padahal peratuaran sekolah tapak sepatu kudu item.
Kaka kelas:  dek,dek. Itu sol sepatumu harus warna item loh. Kalau enggak, pas ada razia sepatumu
       bakal diambil.
 Sepulang sekolah
Sebagai murid baru yang enggak mau kena masalah dan (sok) taat peraturan si Ade ngelapor ke mama dan papa.

Ade:      Pa, Ma, di sekolah enggak boleh pake sepatu kayak gini (menunjukan tapak sepatu yang
enggak item) loh. Tapak sepatunya harus item, blaablaablaa..
Mama: yah gimana dong? Mama juga beliin sepatu baru buat kamu tapaknya engga item juga.
Papa:     yaudah, nanti sore kita beli pilok item ajah (menanggapi dengan dewasa)

Sorenya
Gak ada yang inget sama sekali
Besoknya
Ade:      sepatuku mana yah?
Papa:     ada di depan.
Ade:      Oh!
Papa:     kemaren papa lupa beli pilok, jadi malemnya papa cet pake cat kayu item cap kuda terbang.
                Sekarang pasti udah kering. (penuh keyakinan)
Ade, Mama : (speechles)
Ternyata itu sepatu tapaknya gak hanya di cet tapi juga di tempelin plastik putih biar enggak nempel cat basahnya ke lantai. Pas si Ade nyoba, “ kresek kresek kresek” bunyi langkah tuh Ade.
Mama:  Haduh, kenapa dengan anakku! Kasian kamu. Udah dilepas aja tuh plastik. (dilepaslah tuh
plastik)  Coba jalan seperti biasa!
“Wah, sepertinya udah kering,” pikir tiga tokoh dalam cerita ini setelah tidak melihat adanya jejak sepatu.

Sesampainya di sekolah, si Ade menuju kelas yang sebelumnya melewati jalan aspal, lapangan, ubin, yah gitu-gitulah.
Beberapa lama kemuadian di kelas, si Ade iseng gesek-gesekin tuh tapak sepatu di kayu yang malang di bawah meja (tau kan yang mana), pas diliat, “lah,kok banyak pasirnya” pas coba di teken ke ubin, “Hayuloh nyeplak”
Kaka kelas:         Yak adik-adik, ayo semuanya kesini! Ayo, kita semua duduk dibawah!
MATILAH!!!