“Inspiring talkshow!!” yes, itu adalah kesanku setelah mengikuti acara itu, dengan narasumber Andi Nata, jebolan UI Teknik Mesin yang sekarang bermata pencaharian sebagai peternak domba (wow, berubah banget yah haluannya!) dan Ridwansyah Yusuf, jebolan ITB Planologi yang sekarang aktif di bidang penelitian dan dulunya suka sekali beraktivitas di bidang organisasi dan aktifis gitu deh. Mereka bukan sembarang orang loh, mereka itu adalah yang muda yang berkarya, yup, di usia yang masih muda mereka mencetak prestasi-prestasi yang tidak biasa.
Sebenernya kalau ditanya, ini talkshow mengenai apa, jawabannya mengenai wirausaha.
“What!! Berwirausaha?! Ngatur keuangan bulanan selama kuliah ajah udah keteteran, apalagi harus ngutak-atik uang bulanan untuk modal dagang.”
Nah, pemikiran yang seperti di atas ini nih, yang sering membuat kita enggak bisa maju lebih. Jadi manusia kok selalu ajah pesimis untuk memulai.
Berawal dari kepepet, sang ayah jatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan kurang lebih tiga puluh juta rupiah, merupakan pecutan Bang Andi untuk mencari uang lebih dengan berwirausaha. Enggak langsung meluncur menjadi pengusaha pengemukan domba, tapi beliau memulai karirnya dari awal, yaitu penjual donat. Terasahlah kemampuan berwirausaha beliau ditambah lagi dengan aktif di KopMart, sepertinya sejenis koperasi mahasiswa.
Dan sekarang, bermodal delapan juta rupiah menghasilkan omset enam puluh sampai seratus juta rupiah per bulan, subhanallah.
Sepertinya belum menikah tuh, readers. Yah, kelepek-kelepek deh ibu-ibu. hahaha
“Bagaimana dengan modalnya? Mau berwirausaha, semuakan butuh modal.”
 |
Bang Andi Nata
|
Meminimalisir modal, itu adalah point yang aku tangkap dari pembicaraannya. Kenapa harus mengeluarkan dana kalau bisa minjem modal? Kenapa harus minjem kalau bisa dikasih, alias gratis? Disinilah kreativitas ditagih. Think out of the box! Coba dilihat dulu di sekitar kita, apa yang bisa kita manfaatkan, pergunakan padahal kalau dilihat dari sudut pandang lain banyak orang yang apatis akan hal itu? Contohnya, di rumah kita ada space atau ruangan lebih yang bisa dijadikan tempat warnet.
“Bang, apa rahasiannya?”
No males, no malu, no takut. Berwirausaha = hobi, peluang, mimpi.
Wah, ternyata setelah dilihat dari rahasianya, ada saja hubungannya dengan passion.
“kalau kamu passion-nya berwirausaha ya berwirausahalah! Kalau kamu passion-nya menulis ya menulislah! “ itulah yang aku kutip dari Bang Ridwansyah Yusuf atau Bang Yusuf.
Setuju, deh Bang. So, pembahasan pada talkshow ini memang tidak memaksakan untuk berwirausaha. Tapi juga, temukanlah passion Anda!
“Kami akui kami kaum labil bagaikan ABG, so gimana caranya menemukan passion?”
The answer is Berawal dari hobi. Apa sih hobi kamu? Kegiatan apa sih yang kamu sendiri merasa jago, enjoy, senang? Jawaban dari pertanyaan itu merupakan passion mu. FYI: mengapa Bang Yusuf memilih planologi? Itu semua berawal dari beliau tertarik dengan game SimCity.
“Aha!! Udah ketemu nih passion gue, organisasi, nyanyi, gambar, menulis, eh, sebagai mahasiswa gue juga suka nih ikut demo-demo, kalau begitu gue ikut UKM padus, BEM, redaksi kampus. Lah, eh, loh kok jadi banyak kegiatan gini!! Kuliah gue gimana dong? Gue ngatur waktunya gimana nih?”
Don’t worry, but let’s do that! Inilah beberapa tips dari Bang Yusuf. Intinya mengefektifkan waktu.
1. Kurangin deh waktu untuk nyampah.
Jujur! Berapa lama stalking orang-orang di social network? Buka-buka situs yang kurang bermanfaat, yang intinya just healing our time?
2. Prioritas
Enggak bisa dipungkiri, hidup kita enggak bisa hanya beraktifitas dalam satu hal bidang saja. belajar iya, main iya (maksudnya) iya,kan? Tidak masalah punya segudang aktivitas, tapi semua aktivitas itu punya kadar prioritas yang berbeda-beda. Nah, di situlah kemampuan penempatan aktivitas kita gunakan. Be wise yah!
3. Tubuh yang sehat turut andil
Dari tubuh yang sehat mempengaruhi diri kita loh, seperti pikiran, ke-fresh-an otak, dan lainnya.
4. Fokus
“Hadirkan jiwa kamu ketika mengikuti aktifitas itu” Bayangkan! Apa yang akan kita dapatkan kalau sedang mengikuti kuliah tapi pikiran kita terus adanya di urusan BEM? Enggak dapat apa-apa kan selama kuliah! Waktu terbuang dengan sangat tidak efektif.
“Jangan pernah bohongi passion kamu!” kata Bang Yusuf, kata-katanya begitu melekat di telingaku, lalu terajukanlah pertanyaan pada diriku sendiri, apa ya passion gue?
 |
Bang Ridwansyah Yusuf
|
Well, the last paragraph. Hal yang paling aku sukai dari dua pembicara ini adalah mengenai untuk optimis.
“Tidak ada kata gagal, yang ada sukses atau belajar” kata Bang Andi, berkali-kali sambil mengajak kita menyebut-menyebut itu dengan kemantapan hati dalam pengucapan.
“Kalian tahu, saya telah meng-apply 17 beasiswa dan semuanya menolak. Kalau saya berhenti karena 17 penolakan itu pasti saya tak akan mendapatkan beasiswa pada pengajuan yang ke-18.” tutur Bang Yusuf yang prestasinya gemar pergi ke berbagai negara sebagai duta Indonesia, alias exchange.